Kamis, 14 Februari 2019
Minggu, 20 Maret 2016
SMS anak zaman sekarang. Bikin shok...!!!!
Catatan penting bagi para orang tua dan guru, dari seminarnya Bunda Elly Risman, dari Yayasan Buah Hati.
Seks & Perilaku Pelajar Zaman Sekarang Sebelum Anda membaca renungan kali ini, sebaiknya saya mengingatkan:
Awas : Jalan bergelombang di depan !
Tulisan yang akan Anda baca di bawah ini mungkin tidak akan mudah diterima oleh hati karena isinya Saya (yang menshare kisah ini-red) mendapatkannya dari seorang kawan yang mengikuti seminar dengan pembicara Ibu Elly Risman, M.Psi dari Yayasan Buah Hati.
Meskipun cukup panjang, tapi isinya perlu diketahui oleh semua orang tua yang peduli pada anak-anaknya, agar kita semua aware akan apa yang terjadi di sekitar kita. Dan selanjutnya, kita bisa mengambil
langkah preventif agar kejadian yang sama tidak menimpa buah hati kita tercinta. Kuatkan hati Anda dan silakan menyimak catatan dan sharing yang berharga dari kawan saya:
======================================
=======
Dari Seminar 30 Oktober 2010 di Kemang Village, Jakarta.
Pembicara: Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)
Inilah isi Sharing kisah dari salah satu peserta seminar tersebut:
Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh SMS anak sekarang dengan bahasa membingungkanyang kini disebut bahasa ‘alay. Mungkin Anda berpikir, alaaah…SMS alay kan bisa dibaca, meskipun bikin mata dan
otak kerja keras dulu untuk tahu maksudnya. But NO! Tidak satu pun dalam ruangan itu yang bisa membaca SMS di layar. Ternyata SMS itu harus dibaca harus dengan
posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)!
Dan –siap-siap kaget– isinya adalah:
”Hai, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML (Making Love, alias bersetubuh-red), Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…” Seisi ruangan seminar langsung heboh. Pembicara pun menjelaskan, “SMS sayang-
sayangan anak sekarang sudah bukan lagi ‘I love you’ atau ‘I miss you’, tapi ‘Udah lama GA ML (making love-Red)’.
Ini baru awal seminar, tapi mata semua peserta sudah melotot lebar.
Selanjutnya, pembicara menegaskan bahwa anak-anak kita hidup di era digital. Banyak isi media elektronik dan cetak yang bisa diakses anak-anak, namun sebenarnya mengandung unsur pornografi.
Pornografi bisa ‘mendatangi’ anak-anak kita melalui games, internet, ponsel, TV, DVD, komik maupun majalah:
• Games. Berdasarkan penelitian, games pada abad ke-21 menampilkan gambar yang lebih
realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja yang tak ada di dunia nyata. Games juga
menuntut keterampilan lebih kompleks dan kecekatan lebih tinggi. Ini semua memberikan tingkat kepuasan dan kecanduan yang lebih besar.
Catatan dari pembicara:
Super hati-hati dengan games anak-anak Anda!
a. Ada games action yang berisi permainan tembak-tembakan, namun ternyata jika anak kita berhasil mencapai level akhir, bonus di
akhir levelnya adalah ML dengan PSK.
b. Ada games berjenis role playing yang inti permainannya adalah tentang bagaimana ‘memperkosa paling asyik’! Anak bisa memilih perempuan model apa yang diinginkan –si perempuan tidak berbusana—lalu tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali. Cursor berbentuk tangan yang digerakkan oleh
anak-anak kita. Seisi ruangan seminar langsung heboh lagi.
Gumaman ‘astagfirrullah’ bertebaran di ruangan. Untuk menghindarinya, pikir baik-baik jika Anda ingin membelikan games untuk anak
dan bila anak membeli games sendiri atau meminjam games dari teman. Hati-hati jika di depan sekolah anak-anak atau di sekitar lingkungannya ada warnet! Jenis games yang
ada sangat murah dan gampang didapat. Jenisnya sudah di luar perkiraan kita!
• Internet. Situs porno bertebaran di dunia maya. Jangan salah, pembuatnya terkadang anak-anak kita juga! Bahkan untuk mendapatkan uang, mereka menjual video seks mereka sendiri!.
Kami ditunjukkan ribuan video seks yang gampang diperoleh lewat internet.
Catatan dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –> Kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang
ML di tangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil? Siapa takut? –> Bisa aborsi!
• Ponsel. Video-video seks tersebar dengan mudah melalui ponsel. Kapasitas ponsel yang besar memungkinkan si pemilik menyimpan file-file berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak Anda bersih? Bisa jadi
dia medapat kiriman gambar/video dari temannya!
Pembicara kami, Ibu Elly, pernah didatangi seorang ibu yang syok karena menemukan gambar vagina seseorang di BB-nya. Setelah
ditelusuri, itu milik temen sekolah
(perempuan) putranya, yang sering
meminjam BB beliau!
• Televisi. Program TV yang masih pantas ditonton bisa dihitung dengan satu tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Jangan salah, iklan pun bisa menyesatkan. Selain
itu, jangan anggap enteng sinteron/film Korea/Jepang! Lama-lama anak bisa ‘tercuci otak’ dan terbiasa dengan kekerasan atau seks bebas!
• Komik. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ada komik-komik tertentu yang tidak kalah ‘seram’ dari novel porno. Bahkan lebih mengerikan karena
didukung dengan gambar. Gambar sampul depan bisa jadi tidak menyiratkan kepornoan apa pun. Tapi di dalamnya, ujung ceritanya ternyata tentang seks bebas.
Apa tujuan semua ini? Apa yang ‘mereka’inginkan dari anak-anak kita?
1. Yang mereka inginkan, anak dan remajakita memiliki mental model porno.
2. Agar anak-anak kita mengalami kerusakan otak permanen, yang hasil akhir yang diincar adalah incest!
3. Sasaran tembak utama adalah anak-anak yang belum baligh. Jika anak-anak ini sudah mengalami 33–36 ejakulasi, mereka akan
menjadi pecandu pornografi. Merekalah pasar masa depan bagi industri pornografi: Perfilman, majalah, musik, jaringan TV
kabel, pembuat dan pemasar video games.
Proses kecanduan dan akibatnya:
1. Di dalam otak ada bagian yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). PFC adalah tempat dibuatnya moral, nilai-nilai, rasa bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi dan pengambilan keputusan. PFC akan matang pada usia 25 tahun.
Sumber:
http://zinto.info/isi-sms-anak-sd-sekarang-bikin-sh-ock-dan-jantungan-beginikah-anak-jaman-se-karang/
Sabtu, 25 April 2015
Gangguan Belajar Pada Anak
Adanya gangguan belajar pada anak dapat menyebabkan anak kesulitan saat mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Anak dapat mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan berhitung. Prestasi yang buruk di sekolah dan kesulitan belajar ini dapat membuat anak frustasi dan kehilangan rasa percaya diri yang pada akhirnya dapat berujung pada depresi.
Apa yang Dimaksud Dengan Gangguan Belajar ?
Gangguan belajar pada anak menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam membaca dan berhitung. Kelainan ini bukanlah kelainan jiwa dan juga tidak mempengaruhi intelegensia anak. Kelainan ini menyebabkan anak sulit mengerjakan tugas, terutama saat sekolah. Anak dapat mempunyai lebih dari satu kelainan belajar ini.
Beberapa gangguan belajar yang sering ditemukan adalah:
1. Disleksia
Merupakan salah satu gangguan belajar di mana anak mengalami kesulitan membaca, mengeja, dan mengingat huruf yang telah diketahuinya.
2. Diskalkulia
Merupakan suatu gangguan belajar yang berhubungan dengan kemampuan matematika. Gejala yang biasa ditemukan adalah anak mengalami kesulitan mengerjakan soal matematika, bahkan yang paling sederhana.
3. Gangguan Belajar Non Verbal
Pada kelainan ini anak mengalami kesulitan menerjemahkan bahasa tubuh dan tangan.
Penyebab Gangguan Belajar
Beberapa hal yang berperan pada terjadinya gangguan belajar pada anak adalah:
Faktor genetik
Biasanya anak dengan gangguan belajar mempunyai orang tua atau anggota keluarga lainnya yang mengalami kelainan yang sama.
Kondisi kesehatan tertentu
Adanya riwayat gangguan pertumbuhan intrauterin selama kehamilan, terpapar oleh alkohol atau obat-obatan terlarang selama kehamilan, dan berat badan lahir rendah dapat menjadi salah satu penyebab gangguan belajar pada anak. Selain itu, riwayat cedera kepala juga dapat berpengaruh.
Paparan logam berat
Paparan logam berat seperti timah selama dalam kandungan maupun setelah lahir dapat menyebabkan terjadinya gangguan belajar pada anak.
Tanda dan Gejala Gangguan Belajar
Gangguan belajar seringkali sulit terdiagnosa. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat merupakan tanda anak mengalami gangguan belajar, yaitu:
Kesulitan untuk mengerti dan menjalankan suatu perintahSulit mengingat informasi yang baru saja diperolehGangguan koordinasi saat berjalan, berolahraga, atau melakukan sesuatu seperti memegang pensilSering kehilangan barang, seperti buku atau tugas sekolahSulit mengerti tentang waktuMenolak untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang berhubungan dengan membaca, menulis, berhitung, atau harus dibantu saat mengerjakan berbagai tugas sekolahMarah saat diminta untuk mengerjakan tugas sekolah yang berhubungan dengan membaca, menulis, dan berhitung
Untuk menegakkan diagnosa gangguan belajar, dokter terlebih dahulu harus menyingkirkan kemungkinan adanya gangguan pendengaran atau penglihatan pada anak yang membuat anak kesulitan membaca atau belajar.
Perlu diingat, bahwa ada beberapa anak yang memang agak lambat dalam belajar. Hal ini tidak termasuk pada gangguan belajar. Anak hanya membutuhkan waktu lebih untuk belajar dan mengerti tentang tugas-tugas sekolahnya.
Langkah Pengobatan Apa yang Dapat Dilakukan ?
Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menangani anak dengan gangguan belajar.
Latihan dan Bantuan
Langkah pertama yang dapat anda lakukan adalah membantu anak belajar dengan bantuan tutor atau guru di sekolah. Kelas tambahan di sekolah dan kursus dapat membantu anak belajar membaca, menulis, dan berhitung.
Terapi Berbicara dan Menulis
Pada anak dengan gangguan mengerti bahasa dan menulis dapat diberikan terapi wicara dan menulis untuk membantu anak belajar bahasa dan cara menulis.
Obat-obatan
Anak yang mengalami gangguan belajar dapat mengalami gangguan cemas atau depresi akibat kesulitan yang dialaminya. Bila hal ini terjadi, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk mengatasi rasa cemas dan depresi.
Peran dan dukungan orang tua dalam mendukung anak dapat membantu anak mengatasi kesulitan yang dihadapinya dan mencegah terjadinya depresi pada anak. Diagnosa dan pengobatan dini dapat meningkatkan kualitas belajar anak dan dengan demikian membuat anak mempunyai masa depan yang lebih baik.
Sumber Dokter Indonesia





